Merlisa Marsaoly Beber Visi Misi Jika Terpilih dalam Pilkada Kota Ternate

Home / Berita / Merlisa Marsaoly Beber Visi Misi Jika Terpilih dalam Pilkada Kota Ternate
Merlisa Marsaoly Beber Visi Misi Jika Terpilih dalam Pilkada Kota Ternate Merlisa Marsaoly (tengah) melakukan sesi foto bersama dengan para panelis fit and proper test Partai Golkar dan foto bersama dengan pengurus DPC PDIP Kota Ternate ( Foto : Iwan/TIMES Indonesia)

TIMESMAKASSAR, TERNATE – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Ternate Merlisa Marsaoly mengkritisi penerapan sistem birokrasi pemerintahan yang berjalan di Kota Ternate selama ini. Padahal menurutnya, sistem birokrasi yang tepat dan tidak terkontaminasi dengan virus kolusi dan nepotisme adalah roh dasar dari pada pelayan publik yang baik untuk kemajuan daerah.

Hal itu disampaikan langsung oleh Merlisa yang juga sebagai Bakal Calon Wali Kota Ternate periode 2020 - 2025 saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan se-Maluku Utara di DPD I Partai Golkar yang berlangsung di Hotel Grand Dafam, Kamis (16/1/2020).

Dia bercita-cita akan menggunakan sistem meritokrasi untuk perbaikan dan perubahan birokrasi yang lebih baik. Harapan dia bahwa dengan menggunakan sistem tersebut dapat mewujutkan sebuah praktek tata kelola birokrasi pemerintahan di Kota Ternate pada lima tahun ke depan yang lebih mengedepankan pelayanan yang maksimal.

Merlisa-Marsaoly-a.jpg

"Misalkan itu Plt Kadis saja sampai bertahun-tahun sampai ditegur oleh DPRD, sehingga ke depan harus ada perubahan sistem agar setiap jabatan harus dilelang mulai dari kadis sampai lurah," ungkap Anggota DPRD Kota Ternate itu.

Selain dari pada sistem yang ingin diubah, Merlisa juga menjelaskan bahwa persoalan sampah merupakan masalah nasional, tidak terkecuali di Kota Ternate. Namun untuk menyelesaikan masaalah tersebut belum maksimal dan semacam tidak ada ketegasan dalam bentuk regulasi.

"Jadi penanganannya sampah belum ada solusi yang tepat sehingga perlu ada regulasi yang dibuat untuk penanganan sampah di Kota Ternate. Selain regulasi, harus ada pengadaan fasilitasi yang nanti akan disebarkan atau di tempatkan di setiap kecamatan dan kelurahan yang akan saya lakukan jika terpilih nanti," inginnya.

Mantan ketua DPRD kota Ternate periode 2014 - 2019 itu juga kemudian memebeberkan bahwa hingga 2020 saat ini Pemerintah Kota Ternate belum memiliki satu peraturan daerah tentang persampahan.

Sementara untuk aspek kesehatan, Merlisa menilai bahwa kebijakan kesehatan belum berpihak pada masyarakat Ternate yang berada di wilayah integral Kota Ternate yang menghuni pulau-pulau kecil, seperti Pulau Hiri, Batangdua, dan Moti. Apalagi Puskesmas sebagai pusat pelayanan yang tersediah di Kota Ternate belum menyediakan fasilitas rawat inap.

Merlisa-Marsaoly-b.jpg

"Sehingga ada terjadi satu kasus di Kecamatan Pulau Hiri, kondisi pasien sudah kritis sementara tidak ada rawat inap di Puskesmas. Mau dirujuk ke rumah sakit juga tidak bisa karena persoalan transportasi," ujarnya.

Untuk itu dirinya akan mendorong agar kebijakan kesehatan perlu ada upaya pembenahan dan akan mendorong pembangunan Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Ternate.

Lanjut Merlisa, sebagai kota jasa dan kota dagang, pembangunan di Kota Ternate terlalu fokus pada pembangunan yang berputar di Kecamatan Ternate Tengah dan Selatan. Namun harus ada pemerataan kue pembangunan di kecamatan lainnya.

"Saya menginginkan juga agar ada pengembangan pertumbuhan ekonomi kecil atau UMKM bagi masyarakat yang berada di pulau khususnya Hiri, Moti, dan Batang Dua supaya mereka juga merasa hidup di kota bukan di desa," cetusnya. 

Apalagi katanya, Kota Ternate punya potensi dari sektor lain seperti sektor perikanan, pariwisata, dan lainya. Dan itu menurutnya cukup strategis untuk peningkatan PAD Kota Ternate dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Misalkan kebutuhan pangan Ternate, karena kita sudah tidak memiliki lahan pertanian sehingga perlu ada digitalisasi pertanian seperti hidroponik," jelasnya.

Usai menyampaikan visi misinya, Merlisa juga mengutarakan jika dirinya berharap agar adanya sejarah koalisi antara PDI Perjuangan dan Partai Golkar pada Pilwako tahun 2010 bisa terulang kembali di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada September 2020 mendatang.

"Semoga sejarah koalisi Burhan Abduraham dan Arifin Djafar terulang kembali pada 2020 ini," harapnya

Merlisa Marsaoly juga menambahkan sejauh ini sudah intens membangun komunikasi politik dengan beberapa partai politik, karena pada pileg 2019 lalu PDI Perjuangan hanya berhasil mendudukan tiga kadernya sebagai anggota DPRD Kota Ternate periode 2019 - 2024. Tentu hal itu membuat dirinya sangat berharap bisa berkoalisi dengan Partai Golkar sebagai sesama partai kader di Indonesia. "Saya berharap jika banteng dapat berteduh di bawah pohon beringin untuk sebuah kemenangan," tutupnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com