KPKP-ST Berikan Bantuan untuk Lansia dan Ibu Hamil di Sulteng

Home / Berita / KPKP-ST Berikan Bantuan untuk Lansia dan Ibu Hamil di Sulteng
KPKP-ST Berikan Bantuan untuk Lansia dan Ibu Hamil di Sulteng Salah satu lansia saat menerima bantuan dari Yayasan KPKP-ST. (Foto: Dokumentasi KPKP-ST for TIMES Indonesia)

TIMESMAKASSAR, PALU – Yayasan Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah (KPKP-ST) kembali melakukan aksi sosial. Akhir pekan kemarin, Sabtu (27/6/2020) menyalurkan bantuan paket nutrisi untuk lansia dan ibu Hamil di Kota Palu, Sigi, dan Donggala.

Yayasan ini merupakan salah satu organisasi perempuan yang fokus dalam pendampingan berbagai kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak ini,

Selain itu, KPKP-ST juga telah melakukan kerja sama dengan Lembaga internasional UNFPA melalui Yayasan Kerti Praja Denpasar melakukan pendampingan bagi warga melalui Ruang Ramah Perempuan (RRP) di 6 titik kamp pengungsian. Pendampingan ini dalam aktifitas pencegahan dan penanganan berbagai bentuk tindak kekerasan berbasis gender, sejak bencana alam terjadi, hingga bencana non alam Covid-19.

Ketua Yayasan KPKPST Soraya Sultan mengatakan, dalam kondisi serba keterbatasan wargapun kembali harus dihadapkan dengan pandemi virus corona. Disatu sisi mereka baru saja coba membangun dan memulihkan kondisi ekonomi keluarganya.

PAsar-Murah-b.jpg

"Bagi warga yang masih memiliki lahan pertanian pun masih kesulitan mengolahnya karena irigasi pengairan bagi sebagian besar petani di Kabupaten sigi hingga saat ini belum selesai pembangunannya," ungkap Soraya, dalam rilis yang diterima TIMES Indonesia, Senin (29/6/2020). 

Menurut Soraya, orang tua lanjut usia dan ibu hamil adalah kelompok yang sangat rentan terjangkit virus corona karena staminanya lebih lemah sehingga menjadi sasaran program KPKP-ST

"Orang tua sangat rawan terjangkit virus corona apalagi yang memang sudah mengidap penyakit demikian halnya Ibu hamil, belum bagi mereka yang masih tinggal di Hunian huntara. Tempat tinggalnya serba kekurangan fasilitas," jelasnya.

Selain menyalurkan bantuan paket nutrisi, KPKP-ST juga menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis di puskesmas-puskesmas yang ada di Sigi dan Donggala serta kepada relawan posko pengaduan KPKP-ST.

KPKPST menyalurkannya paket nutrisi di 6 titik di RRP untuk 10 desa/ kelurahan yang ada di Kota Palu yakni Huntara Gawali Kelurahan Duyu, untuk Kabupaten Sigi yakni Desa Walatana dan Desa Bulubete Kecamatan Dolo Selatan, Desa Mpanau dan Desa Lolu Kecamatan Biromaru.

Untuk Kabupaten Donggala sasaran program menjangkau Desa Loli Pesua Kecamatan Banawa, Desa Wombo Induk dan Wombo Mpanau Kecamatan Tanah Ntovea, Desa Balentuma dan Desa Sipi di Kecamatan Sirenja.

"Mungkin kami tidak dapat menjangkau semuanya namun dengan keterbatasan kami paling tidak ada sebagian lansia dan ibu hamil yang terbantukan dalam kondisi serba kekurangan saat ini," terangnya.

Paket bantuan nutrisi yang disalurkan berupa beras 10Kg, telur, susu Lansia dan susu Ibu Hamil, vitamin serta masker.

"Bantuan non tunai ini sudah mulai didistribusikan sejak bulan April dan akan tetap disalurkan hingga bulan Agustus 2020," jelasnya lagi.

Nori, salah satu warga lansia dari Desa Bulubete mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan paket nutrisi dari KPKP- ST. "Alhamdulillah dengan bantuan ini kami sangat terbantukan apalagi saya sudah tua dan sudah susah untuk ke kebun," ucapnya.

Ucapan yang sama juga disampaikan lansia lainnya asal Desa Wombo Mpanau Kecamtan Tanah Ntovea yang menderita sakit stroke.

"Terima kasih banyak nak, baru kali ini dapat bantuan susu dan vitamin, setelah dua bulan sebelumnya saya minum susu dan vitamin ini, saya merasa ada perubahan dari kondisi saya saat ini. Alhamdulillah saya merasa badanku tidak terlalu sakit," ujarnya.

Hajalia Somba koordinator Program KPKP-ST mengatakan, aktivitas sosial saling berbagi dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja untuk dapat meringankan beban mereka yang membutuhkan di tengah situasi seperti ini.

"Siapapun bisa melakukan kegiatan sosial saling berbagi, dan yang paling penting adalah bagaimana agar kedepan pemerintah kita bisa kembali menggalakan program Desa Siaga, karena Desa Siaga ini menjadi penting ketika menghadapi situasi sekarang ini," ungkap Koordinator Program KPKP-ST. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com