Masih Ada Ketegangan Dengan China, PM India Kunjungi Pasukannya di Ladakh

Home / Berita / Masih Bersitegang dengan China, PM India Mendadak Kunjungi Pasukannya di Ladakh
Masih Bersitegang dengan China, PM India Mendadak Kunjungi Pasukannya di Ladakh Modi didampingi oleh Kepala Staf Pertahanan, Jenderal Bipin Rawat, dan Kepala Pasukan, Jenderal Manoj Mukund Naravane saat berkunjung ke daerah Nimu, Ladakh. (FOTO:Reuters/ANI/Al Jazeera)

TIMESMAKASSAR, INDIA – Perdana Menteri atau PM India, Narendra Modi mendadak mengunjungi pasukannya di Ladakh, perbatasan yang disengketakan dengan China setelah konflik merenggut nyawa 20 tentaranya beberapa waktu lalu.

Kunjungan Modi ke wilayah Himalaya utara Ladakh itu untuk memberi semangat kepada pasukannya di tengah meningkatnya ketegangan dengan China.

"Zaman ekspansionisme telah berakhir, ini adalah zaman pembangunan. Sejarah menjadi saksi bahwa pasukan ekspansionis telah kehilangan atau dipaksa untuk kembali," kata Modi seperti dilansir Al Jazeera.

"Keberanian anda lebih tinggi daripada ketinggian tempat Anda ditugaskan hari ini," katanya kepada para tentaranya di Ladakh.

Manoj-Mukund-2.jpg

India dan China saling menyalahkan setelah terjadi perkelahian di dataran tinggi di Lembah Galwan pada 15 Juni lalu  dimana 20 tentara India terbunuh dan 76 lainnya terluka.

Hingga hari ini China tidak pernah mengumumkan apakah di pihaknya ada korban.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengingatkan agar India jangan sampai melakukan kesalahan perhitungan strategis dan menyerukan untuk bekerjasama menjaga situasi hubungan bilateral.

Menambah 33 Pesawat Tempur

Sementara itu Kementerian Pertahanan India, Kamis lalu menyetujui pembelian 21 pesawat tempur MiG-29 Rusia dan 12 Sukhoi Su-30MKI seharga 2,43 miliar dolar AS untuk menambah angkatan udara di tengah kebuntuan perbatasan dengan China.

India juga sedang menunggu kedatangan 36 jet tempur Rafale yang dipesan sebagai bagian dari kesepakatan 8,78 miliar dolar AS yang ditandatangani dengan Prancis pada tahun 2016 lalu.

Pekan lalu, India melarang 59 aplikasi yang sebagian besar China sebagai pembalasan atas pembunuhan tentaranya yang telah menimbulkan sentimen anti-China.

Ketegangan hubungan India-China belumlah tuntas sehingga PM India, Narendra Modi mendadak mengunjungi Ladakh, perbatasan yang disengketakan dengan China untuk memberi semangat pasukannya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com