Gigihnya Arifin, Penjual Jasa Pelindung Kartu Identitas di Pasar Comboran

Home / Gaya Hidup / Gigihnya Arifin, Penjual Jasa Pelindung Kartu Identitas di Pasar Comboran
Gigihnya Arifin, Penjual Jasa Pelindung Kartu Identitas di Pasar Comboran Arifin pengusaha pasang pelindung ID card di pasar besar comboran. (FOTO: Gyfron Afandi/TIMES Indonesia)

TIMESMAKASSAR, MALANG – Adalah Arifin (44). Tiap pagi, ayah dari 4 anak itu menaiki motornya menuju Pasar Comboran, Kota Malang. Jaraknya, sekitar 8,7 kilometer dari rumahnya.

Pria asal dusun Santren Desa Mandalan Wangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. itu berangkat dari rumahnya sekitar pukul 8.00 WIB atau 9.00 WIB.

Dia menggosokkan minyak kayu putih pada sebuah kartu identitas yang kelihatan kotor dan mengelupas. Dia bersihkan dengan sangat telaten kartu itu hingga terlihat bersih dan tampak baru lagi.

Dia memberi solasi double tip pada salah satu sisi kartu lalu menempelkan kembali plastik tipis yang sebelumnya dikelupas untuk memudahkan proses membersihkan kartu tersebut, sehingga kartu identitas yang hampir rusak tadi kembali bagus seperti sedia kala.

Usaha jasa pasang pelapis/pelindung kartu identitas (KTP, SIM, kartu pelajar dan lain-lain) itu yang dijalaninya setiap hari di pasar Comboran untuk menopang ekonomi rumah tangganya.

Dengan harga 7.500 sampai 10.000 perkartu identitas, dia mengaku sekitar 10 sampai  kartu identitas per hari dia perbaiki. Sudah hampir memasuki tahun ketiga, dia mengaku bahwa usaha ini dia lakukan tanpa bosan dan berkeluh.

“Biasanya orang itu jika kartunya rusak, malas mau memperbaikinya apalagi harus ke Dispenduk. Pasti akan ditarik biaya yang mungkin mahal. Dari situ saya tertarik untuk membuka usaha ini untuk membantu orang lain,” kata Arifin kepada TIMES Indonesia, Kamis (27/2/2020).

Tidak hanya di pasar Comboran, Arifin juga buka usaha, khusus pada hari Minggu, di pasar Minggu Pagi Gajayana. Katanya, pengunjung lebih ramai dari pada di pasar Comboran.

Pada bulan-bulan tertentu, Arifin juga berupaya untuk membangun kerja sama dengan  Dispenduk atau Samsat. “Jika saya buka di Samsat, biasanya sampai 30 kartu,” ucap Arifin.

Untuk tambahan pemasukan, Arifin ternayta juga bekerja sebagai penjahit di Jakarta Tailor, Jl Ikhwan Rais, Bareng, Kota Malang. Pekerjaan itu dia lakoni dari jam 1 sampai usai waktu Maghrib. Saat bulan Ramadhan, ia biasanya juga berjualan es Manado di Pasar Mendalanwengi.

Arifin berharap suatu hari nanti bisa memiliki usaha tetap yang tidak banyak menguras tenaganya. “Saya sangat berharap dengan pekerjaan saya hari ini suatu hari nanti saya bisa buka usaha di bidang kuliner,” kata Arifin berharap. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com