CSR Dinilai Diskriminatif, Kementerian BUMN Diminta Copot Dirut Telkom

Home / Berita / CSR Dinilai Diskriminatif, Kementerian BUMN Diminta Copot Dirut Telkom
CSR Dinilai Diskriminatif, Kementerian BUMN Diminta Copot Dirut Telkom Aliansi Mahasiswa Indonesia Gelar Aksi Demonstrasi di depan Kantor Kementerian BUMN. (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia)

TIMESMAKASSAR, JAKARTA – Aksi unjuk rasa atas tudingan Corporate Social Responsibility (CSRPT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), seperti tak kunjung usai. Kali ini, massa dari Aliansi Mahasiswa Indonesia menggelar demonstrasi di depan kantor Kementerian BUMN.

Koordinator aksi, Imam Budi, mengatakan, dalam santunan dana CSR-nya, PT Telkom terkesan pilih kasih. Karena, bantuan untuk renovasi mesjid dan gereja dinilai tidak seimbang. 

"Diskriminasi terlihat sangat terang benderang dalam kegiatan ini," kata Imam dalam siaran persnya pada Jumat (20/4/2018).

Menurut dia, PT Telkom memberikan bantuan kepada mesjid raya Mujahidin Pontianak senilai Rp100 juta. Sedangkan, untuk Gereja Kupang, Jayapura, Manokwari, Manado, Pontianak, Ambon dan Medan mencapai Rp3,4 miliar. 

"Ini merupakan sikap rasis yang dilakukan oleh Direktur PT Telkom Alex J Sinaga," tegas Imam.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Mahasiswa Indonesia menuntut agar Menteri BUMN mencopot Alex J Sinaga sebagai direktur utama perusahaan negara tersebut. 

"Kami juga meminta Alex j Sinaga segera mundur dari jabatannya sebagai direktur PT Telkom Indonesia karena terlalu rasis," ungkap dia.

Demo-pt-telkom.jpg

Selain itu, kepada Presiden RI Joko Widodo untuk segera mengintruksikan Menteri BUMN, Rini Soemarno, segera mengantikan jabatan dirut tersebut.

Sebelumnya, Sekretaris Kementrian BUMN, Imam Apriyanto Putro, mengatakan Kementerian BUMN selalu mendorong dan memonitor agar bantuan yang dilakukan setiap perusahaan pelat merah bisa membantu semua kalangan tanpa memandang Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA).

Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo, menambahkan kegiatan CSR yang dilakukan PT Telkom selama ini sudah proporsional sesuai dengan keberagaman masyarakat Indonesia. "Langkah ini kami lakukan sesuai dengan proporsi umat beragama di Indonesia," demikian kata Arif. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com